Hujan

Tokoh utama kita adalah seorang laki laki yang bernama Tyo atau sering juga di panggil Yoyo oleh teman temannya dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, Tyo adalah seseorang yang humble, friendly, dan suka membaur bersama orang orang yang ada di sekitarnya dan sekarang Tyo sedang patah hati


Ternyata di tengah tengah pandemi seperti ini ada yang lebih menyeramkan bagi Tyo karena ia baru saja di putusin pacarnya selama 4 tahun terakhir ini dan perempuan itu bernama Linka. entah apa yang merasuki Tyo saat Linka memutuskan hubungan mereka tanpa alasan yang pasti, Tyo tidak merasakan sedih sama sekali dan ia malah merespondnya dengan kata " yaudah kalo kamu mau putus "


pada awal bulan Tyo berpisah dengan Linka, ia memang tidak merasakan kehilangan sama sekali. selang beberapa bulan Tyo pun mulai tersadar bahwa ia telah kehilangan orang yang benar benar serius dalam menjalani hubungan itu tetapi sudah terlambat, semua sudah berubah dan Tyo harus berusaha agar ia bisa move on dari Linka.


di pagi hari itu keadaan langit memang sangat mendung dan sangat memungkinkan sekali tuk turunnya hujan dengan deras


Mama Tyo : "kamu yakin mau berangkat sekolah? langitnya gelap banget loh yo"

Tyo : "gapapa deh ma tyo berangkat aja"


segera Tyo menyalakan mesin motornya dengan cepat dan ia segra menuju ke sekolahnya

di tengah jalan Tyo terguyur hujan yang datang secara tiba tiba entah darimana asalnya hingga Tyo harus berteduh di sebuah halte. sambil membuka handphone tuk izin ke ibu guru yang mengajar di kelasnya, ia menatap i hujan yang terus mengguyur jalanan dan juga motornya lalu ia teringat kenangan bersama Linka pada saat hujan seperti ini


Linka : "aku suka sama banget sama hujan, selain sejuk dan bikin tenang hujan juga bisa nutupin kita kalo kita lagi nangis atau bersedih, apalagi kalo hujan hujanan sama kamu yoo hehe"

Tyo : "aduh kamu bisa aja hehe pegangan ya biar ga jatoh kamunya hehe"


Tyo yang tak kuasa menahan air matanya itu dengan teganya mengeluarkan semua nya dengan sangat jelas di halte itu yang ia tempati tuk berteduh, beruntungnya di sana hanya ada dia dan seekor kucing yang berteduh, Tyo pun menangis menjadi jadi di sana se akan ia tidak ikhlas menerima perpisahan dengan mantan pacarnya tersebut sambil berkata


Tyo : “andai kamu ada di sini dan aku memelukmu dan memberi kehangatan bagimu” (sambil menangis di halte itu)

tak lama hujan pun reda Tyo pun mengusap air matanya dan bergegas menuju ke sekolah dan sesampainya ia di sekolah, Tyo mendapati Linka sang mantan pacarnya tersebut menunggu kehadiran Tyo di depan kelasnya


Linka : "Tyooo" ( panggil Linka dengan suara yang lantang )

Tyo : "Kamu ngapain kesini?"

Linka : "Kamu abis nangis?" (sambil mengusap pipi Tyo dengan jempol nya)

Tyo : "Ngga kok Lin"

Linka yang menyadari bahwa setiap Tyo berbohong pasti Tyo mengusap hidungnya

Linka : (sambil menghela nafas) "Tyo kamu jangan nangis mlulu, kalo kamu gini terus nanti siapa yang mau merhatiin kamu? sedangkan aku udah ada cowo baru jadinya udah gabisa merhatiin kamu kaya dulu lagi Tyo"

Tyo : "Kamu kenapa sih dulu putusin aku? padahal aku yang selalu ada buat kamu selama 4 tahun itu yang kita lagi makan di warteg dan kamu bilang "aku pinjam uangmu dulu ya aku lupa bawa uang soalnya janji deh aku bakal bayar lagi ke kamu" dan kita awal kenalan di kantin sekolah smp kamu lagi nungguin jajanan ibu kantin terus kamu noleh dan kamu bilang "ayo makannya sama aku di meja itu ya" dan di situ kita kenalan dan mulai dekat yang dulu aku selalu nemenin kamu di kala kamu gabisa ngerjain tugas ipa mu..."

Linka : (menyaut sambil memotong pembicaraan Tyo) "Tyoo, aku juga selalu ada kok di saat kamu butuh in aku? kita udah ngelakuin hal sama dan selalu ada timbal baliknya Tyo"

kata kata Linka memang gak ada salahnya, di saat itu lagi lagi air mata Tyo berkumpul dan sangat ingin keluar dari mata ini

Linka : "Kamu harus bisa ikhlasin aku, kamu harus bisa ngelepas aku. kamu janji ke aku habis ini aku usap air matamu kamu harus bisa ngelupain aku"

Dengan mengangguk menandakan Tyo sanggup tuk melupakan mantannya itu

seketika Linka pun mengusap air mata Tyo dan bergegas pergi tanpa meninggalkan sepatah kata apapun ke telinganya

saat pulang sekolah hujan kembali mengguyur jalanan Tyo pun berharap agar hujan kali ini dapat menyembuhkan patah hatinya.

Komentar